Fakta Seputar Menyusui, Kenapa Ibu Tidak Mau Memberi ASI

Melahirkan kemudian menyusui merupakan siklus alami yang harus dialami oleh wanita. Menjadi seorang ibu adalah sebuah kebanggaan, terlebih lagi jika bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka. Namun tidak setiap ibu bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka, kita mungkin sering mendengar ibu yang terpaksa memberikan susu formula karena produksi ASI tidak lancar atau ASI tidak cukup. Padahal pandangan tersebut tidaklah benar, semua wanita pada umumnya memiliki produksi ASI yang cukup, hanya saja karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan membuat ibu menyerah untuk memperjuangkan ASI bagi bayi mereka. Jika di telaah kembali keenganan ibu untuk menyusui di pengaruhi oleh beberapa faktor :

Pelekatan yang Salah

Kenaikan berat badan bayi yang lambat sering dikaitkan dengan kurangnya asupan ASI pada bayi. Secara naluriah bayi yang baru lahir akan mengenali puting ibu nya sebagai sumber makanan. Hanya saja proses pelekatan tidak selalu berhasil, hal ini terjadi jka posisi mulut bayi dengan payudara ibu tidak menempel dengan benar, oleh karena itu penting bagi ibu yang baru melahirkan untuk segera diarahkan agar melakukan pelekatan dengan benar. Di rumah sakit biasanya ibu akan di bimbing tentang bagaimana cara menyusui yang benar, agar suplai ASI bisa tersalurkan dengan baik.

panduan-menyusui-awal-kelahiran-bayi.jpg
Ilustrasi pelekatan bayi untuk mengenali puting ibu (sumber: terapimuslim.com)

 

Ibu Mengalami Peradangan

Ibu mengalami peradangan yang parah pada puting sehingga tidak bisa memberikan ASI sebagaimana mestinya. Pada awal menyusui, wajar jika ibu merasa tidak nyaman pada bagian puting mereka, namun rasa sakit pada saat menyusui terjadi paling lama empat hari sejak pertama kali menyusui. Jika lebih dari empat hari, atau lecet pada puting menjadi semakin parah, kemungkinan ada kesalahan pada pelekatan. Untuk itu ibu harus didampingi dan diberikan semangat agar tidak menyerah dan terus memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka.

Memberikan Susu Dengan Botol

Ibu enggan memberikan ASI secara langsung, diantaranya karena adanya anggapan jika memberikan ASI secara langsung membuat ibu menjadi sulit beraktivitas, sehingga ibu lebih memilih memberikan ASI dengan botol karena dianggap lebih praktis. Ibu tidak perlu beradaptasi dengan rasa sakit pada awal menyusui, ditambah alat pompa ASI kini sudah semakin canggih. Pompa ASI elektrik dibandrol dengan harga yang cukup mahal, namun sebanding dengan fungsinya, proses memompa pun menjadi tidak menyakitkan, dan ibu bisa memompa ASI sambil membaca buku atau melakukan kegiatan lainnya. Memberikan ASI menggunakan botol juga di anggap dapat memberikan informasi secara  pasti  jumlah ASI yang diserap bayi, sehingga ibu tidak perlu was-was tentang jumlah asupan yang dikonsumsi bayinya.

 Adanya anggapan Bahwa Susu Formula Memiliki Kandungan yang Sama dengan ASI

Keengganan  ibu menyusui juga karena stigma yang terlanjur melekat di masyarakat, dimana susu formula dianggap memiliki kandungan yang sama dengan ASI. ASI sangat berbeda dengan susu formula, di dalam ASI terdapat zat antibodi untuk kekebalan tubuh bayi, di dalam ASI terdapat enzim dan sel-sel hidup yang tidak dimiliki susu formula, sedangkan susu formula banyak mengandung unsur logam seperti berat seperti cadnium, timbal dan zat besi.

 Ibu Terkena Penyakit Infeksi,

Terkadang ibu berhenti menyusui saat terserang penyakit, seperti flu, demam tinggi, atau diare. Justru saat ibu memberikan ASI bayi akan lebih kebal terhadap penularan penyakit, bahkan jika bayi terlanjur sakit dengan tetap meminum ASI bayi akan lebih cepat sembuh.

 Ibu Mengkonsumsi Obat-Obatan

Ibu terpaksa harus berhenti menyusui jika ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan. Sebenarnya obat-obatan yang diminum ibu, tidak akan tertinggal dalam ASI, kalaupun tertinggal dalam ASI jumlahnya sedikit. Sebaiknya ibu memilih obat-obatan yang aman untuk ibu menyusui, walaupun sangat sedikit obat-obatan yang tidak diperbolehkan untuk ibu menyusui.

 Stress Pasca Melahirkan dan Baby Blues

Stress pasca melahirkan bisa dialami oleh setiap ibu, trauma akibat rasa sakit selama operasi ditambah perubahan hormon membuat ibu lebih mudah depresi, susah tidur, dan ibu menjadi lebih cepat marah. Saat seperti itulah ibu harus mendapatkan perhatian dan semangat sehingga ibu bisa menyusui dengan nyaman.

 Bentuk Payudara Menjadi tidak Bagus

Banyak wanita yang beranggapan jika menyusui akan merubah bentuk payudara, payudara menjadi kendur, padahal dengan menyusui terdapat banyak manfaat, selain manfaat ASI bagi bayi, menyusui juga bisa mengurangi resiko terkena kanker payudara. Dengan bertambahnya usia ukuran dan payudara akan berubah sehingga akan sangat rugi jika seorang ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka hanya karena takut bentuk payudara tidak menjadi indah.

Menyusui menjadi hal yang menyenangkan jika setiap ibu dalam kondisi fisik dan psikis yang baik, untuk itu diperlukan pendampingan dan dorongan dari keluarga terutama suami agar ibu bisa tetap konsisten memberikan ASI kepada bayinya.

Penulis: Lia Suratna

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s