Kenali Jenis Pendamping ASI, Manfaat dan Kekurangannya

Bagi wanita bekerja, sangat sulit untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka, keterbatasan waktu dan kebijakan perusahaan terkadang menjadi penghambat bagi para pejuang ASI untuk tetap konsisten memerah ASI bagi bayi mereka. Seringnya para ibu mengeluhkan karena produksi ASI mereka menurun akibat tingkat stres kerja yang tinggi, ditambah keterbatasan waktu dan fasilitas yang mendukung seperti ruang menyusui dan mesin pendingin.

Perusahaan yang tidak menghendaki karyawan nya pro ASI tidak menyediakan mesin pendingin sehingga ASI yang terkumpul menjadi basi saat sampai di rumah. Kendati sudah ada mesin pendingin untuk menyimpan ASI, walaupun kesadaran penting nya ASI sudah diserukan namun propaganda untuk menggunakan susu formula menjadi hal yang tak terbantahkan, tentu hal ini menjadi angin segar bagi pebisnis raksasa seperti Unilever atau Sari Husada untuk bercokol kuat di negeri ini.

Berbagai masalah timbul karena konsumsi susu formula bagi bayi-bayi mereka, mulai dari alergi susu sapi, intoleransi laktosa susu sapi seperti diare, hingga konstipasi. Sangat wajar apabila sebuah pernyataan ini dilontarkan oleh para pejuang ASI “makanan yang terbaik untuk bayi adalah ASI”, mengingat kandungan di dalam ASI sudah sangat lengkap, ASI mengandung karbohidrat, protein dan lemak.

Kolostrum yang diproduksi sekitar dua minggu pasca melahirkan sebisa mungkin harus di konsumsi oleh anak. Manfaatnya  begitu besar, selain untuk meningkatkan antibodi pada bayi, kolostrum juga mempengaruhi pertumbuhan sel-sel otak dan berfungsi meremajakan sel kulit yang telah mati.

ASI sangat mudah dicerna oleh usus bayi yang masih belum sempurna berbeda dengan susu formula yang memiliki isi kandungan nutrisi yang kompleks. Tiap bayi yang mengkosumsi susu Formula memiliki reaksi yang berbeda, tapi bagi ibu yang memiliki keterbatasan terhadap produksi ASI karena faktor hormonal dan stimulasi, alangkah lebih baik jika susu formula menjadi pilihan terakhir, terutama jika langkah-langkah untuk memperbanyak produksi ASI telah dilakukan.

Beberapa minuman ini bisa dijadikan pendamping ASI, beberapa bayi yang intolerasi laktosa susu sapi atau alergi  bisa diberikan alternartif lain seperti minuman berikut :

khasiat-susu-kedelai
Susu Kedelai (sumber: spirit.web.id)

 

Susu kedelai, pada anak yang alergi protein susu sapi susu kedelai bisa menjadi pilihan, kandungan gula susu (laktosa) pada susu kedelai aman bagi setiap anak. Susu kedelai mengandung lesitin, salah satu jenis lemak yang menjadi bagian penyusun otak dan berperan menentukan kecerdasan. Selain itu, susu kedelai mengandung asam linoleat (Omefga-6) dan asam lemak alfa-linoleat (omega-3) yang merupakan bahan pembentukan AA dan DHA. Kelebihan lainnya, susu kedelai tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Penggunaan susu kedelai bisa diberikan pada usia di bawah enam bulan, yang terbaik adalah memilih jenis susu kedelai dari produsen yang terpercaya dan belum ditambah campuran lainnya seperti gula, pewarna, esens atau emulfiser.

how-to-make-yogurt-1
Yogurt (sumber: recipes.howstuffworks.com)

 

Yogurt, susu fermentasi ini kaya manfaat, namun karena rasanya yang masam banyak Ibu yang beranggapan jika diberikan kepada anak sejak dini akan membahayakan lambung mereka. Kenapa susu yogurt memiliki banyak manfaat ketimbang susu sapi?, yogurt awalnya susu sapi yang di peram dengan bantuan “bakteri baik” acidophillus. Proses pemeraman tersebut memecah ikatan karbohidrat, protein dan lemak yang kompleks menjadi ikatan-ikatan sederhana sehingga karbohidrat, protein dan lemak susu mudah diserap dan dicerna oleh tubuh.

Rasa masam yang muncul adalah akibat proses pemeraman dan sama sekali tidak membahayakan lambung, sebaliknya meskipun masam yogurt merupakan minuman yang membentuk basa ketika sudah di dalam tubuh. Dengan kondisi tersebut, akan mempermudah proses penyerapan kalsium dibandingkan pada saat masih menjadi susu. Sebaiknya pilih yogurt tawar yang mengandung bakteri acidhopillus dan tidak ditambah bahan sintesis seperti pewarna, esens dan pengawet. Pemberian Yogurt pada bayi baiknya dikenalkan pada bayi yang sudah berusia 7 atau 8 bulan, karena pada usia ini pencernaan bayi sudah kuat.

Penulis : Lia Suratna

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s