Ibu Harus Tau, Sumber Nutrisi yang Baik Untuk Pertumbuhan Anak tidak Harus Mahal

Dengan kemudahan megakses segala informasi lewat internet, saat ini ibu akan lebih kreatif dalam mengolah makanan. Pengetahuan tentang bahan pangan pun semakin beragam, ibu jaman sekarang akan sangat bangga jika bisa menyiapkan menu MPASI dengan bahan pangan import yang didapat di supermarket. Menjadi penting bagi ibu masa kini untuk mengetahui dan menggunakan jenis pangan luar seperti Zuniki, kabocha, salmon, edamame, kailan, asparagus ketimbang menggunakan bahan pangan lokal. Berbeda dengan jaman orang tua kita dulu, yang menggunakan segala potensi jenis pangan lokal untuk kebutuhan nutrisi anak-anak mereka. Disamping harga bahan pangan luar yang jauh lebih mahal, dengan lebih memilih bahan pangan lokal kita sudah mendorong kemajuan petani lokal dan ikut meningkatkan kesejahteraan mereka.

manfaat-ubi-jalar
Ubi Jalar (sumber: lahiya.com)

Berbicara mengenai gizi dan nutrisi yang terkandung di dalam bahan pangan lokal, para ibu tidak perlu kuatir, beberapa bahan pangan lokal berikut memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk pertumbuhan anak :

Avokado, umumnya para orang tua jarang memberikan kepada batita. Padahal di dalam avokad terdapat lemak sehat, terutama asam lemak oleat dan asam lemak linoleat. Kedua jenis lemak ini sangat peting untuk pembentukan sel otak dan menunjang kecerdasan. Selain lemak, buah lokal ini kaya akan betakaroten (provitamin A) dan vitamin E yang sangat berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena kandungan betakaroten dan vitamin E yang mudah diserap tubuh sehingga aman untuk batita.

Sidat, kita mungkin kurang familiar dengan jenis ikan yang satu ini, sidat termasuk jenis ikan yang mirip dengan belut. Ikan yang sangat disukai oleh masyarakat jepang ini memiliki DHA yang lebih tinggi dari salmon, DHA sangat dibutuhkan untuk pembentukan otak dan retina, sidat juga memiliki kandungan zinc sembilan kali lebih besar dari susu sapi. Bahkan sidat memiliki kandungan EPA dan Omega 3 yang jauh lebih tinggi dari salmon. EPA dan Omega 3 baik untuk meningkatkan fungsi memori dan konsentrasi otak. Sayangnya budidaya ikan sidat terbatas untuk kebutuhan ekspor, lesu nya permintaan pasar lokal dan tinggi nya permintaan ikan import seperti salmon membuat sidat tersisih.

Mangga, Tahukah ibu jika kandungan vitamin A dan C dalam mangga lokal sepuluh kali lebih tinggi dari apel impor?, dengan mengkonsumsi 100 gram buah mangga, sudah bisa memenuhi kebutuhan vitamin C harian si kecil. Mangga juga mengandung antioksidan yang baik untuk mempercepat proses penyebuhan luka. Untuk bayi pilih mangga dengan warna daging yang gelap, semakin gelap warna daging mangga akan semakin banyak kandungan karoten di dalamnya, karoten di dalam tubuh akan diuraikan menjadi vitamin A. Vitamin A berguna untuk pertumbuhan tulang pada bayi, meningkatkan imun, menyehatkan kulit dan mata. Mangga juga dipercaya bisa memperlambat penuaan dini dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Kacang Hijau, Kacang hijau merupakan jenis kacang-kacangan lokal yang kaya serat, terutama pada bagian kulitnya, selain dapat memperlancar buang air besar kacang hijau juga menjaga kestabilan kadar gula darah. Dengan kadar gula darah yang terjaga anak menjadi tidak mudah lapar. Dalam kacang hijau terdapat kandungan asam folat, asam folat yaitu jenis vitamin B sangat berguna untuk meningkatkan daya ingat anak. Manfaat yang setara dengan kacang hijau juga terdapat pada jenis polong-polongan lainnya seperti kacang merah, kacang tolo juga kacang hitam.

Ubi Jalar, Ubi jalar adalah jenis umbi-umbian khas Indonesia, ubi jalar mudah tumbuh di mana saja, penganan pedesaan ini tidak hanya terjangkau tapi juga memiliki beragam manfaat. Ubi jalar kaya betakaroten dan antosianin yang bersifat antioksidan yang kuat, memperbaiki sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan penglihatan bahkan mencegah kekerdilan juga mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan anak-anak.

Masih banyak jenis bahan pangan lokal yang tidak kalah dengan bahan pangan impor. Diperlukan setidaknya kesadaran bahwa memilih jenis makanan tidak serta merta karena kualitas yang bagus walaupun dengan harga yang relatif mahal, jutru kita harus mendukung potensi bahan pangan lokal sehingga menjadi penyemangat bagi petani lokal untuk meningkatkan kualitas pertaniannya. Memang kegiatan impor tidak bisa dipungkiri, namun dengan kita tergerak memilih produk lokal mulai dari lingkungan keluarga, diharapkan akan merubah mindset setiap orang untuk lebih berbangga dan mencintai hasil produksi anak negeri.

Penulis: Lia Suratna

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s