Kenali Ciri dan Penyebab Susah Buang Air Besar Pada Bayi

constipated-baby
sumber: http://www.yinovacenter.com

Konstipasi atau sembelit sering dialami oleh sebagian besar bayi atau balita, karena metabolime pencernaan pada bayi belum sempurna, terutama bayi di bawah satu tahun. Sering kali para orang tua menjadi panik, sekalipun saat ini sangat mudah mendapatkan informasi lewat internet banyak orang tua yang kebingunan karena kurangnya pengalaman. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memperhatikan rutinitas buang air besar anak.

Pertama kita harus mengenali gejala konstipasi pada bayi, Buang air besar umumnya menunjukan asupan serat yang dikonsumsi anak tiap harinya. BAB (Buang Air Besar) pada bayi terjadi pagi hari bisa satu atau dua kali jika kondisi bayi sedang tidak diare. Normalnya bayi akan BAB tiga kali alam sehari, sedangkan bayi yang mengalami konstipasi dalam tida hari tidak BAB. BAB yang normal dilakukan tanpa mengejan, berbeda dengan bayi yang konstipasi cirinya bayi menjadi rewel dan mengejan saat BAB, perut kembung disertai nyeri pada anus terkadang disertai muntah, bila disentuh pada bagian perut akan terasa keras, berat badan susah naik apabila di lihat dari kurva pertumbuhan bulanan bayi, konsentrasi tinja keras terkadang sisertai bercak darah. Ibu juga bisa memperhatikan, jika BAB berlangsung lebih dari dua menit, BAB tidak tuntas bisa jadi kondisi tersebut mengarah ke susah buang air besar. Setelah memperhatikan tingkah laku bayi serta BAB hariannya, ibu bisa mulai mengindentifikasi penyebab konstipasi.

Banyak ibu yang beranggapan jika bayi tidak BAB lebih tiga hari sudah dikatakan konstipasi, padahal tidak semua bayi mengalami siklus BAB yang sama, susu yang di konsumsi bayi turut menjadi andil penyebab bayi mengalami konstipasi. Bayi yang mengkonsumsi ASI biasanya akan lebih jarang mengalami konstipasi, ASI sangat mudah si serap oleh bayi, bakteri baik pada ASI mengurai protein susu sehingga konsentrasi tinja bayi akan lebih lembut sehingga BAB menjadi mudah, sehingga ibu tidak perlu khawatir jika bayi yang mengkonsumsi ASI tidak BAB selama 3 sampai dengan 5 hari. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula, pemberian susu formula yang tidak sesuai dengan standar takar, atau melebihi jumlah konsumsi harian juga akan berakibat konstipasi pada bayi.

Sangat penting untuk ibu mengetahui untuk tidak memberikan makanan pendamping ASI pada bayi di bawah enam bulan, bahkan air puti sekalipun, hal ini dikarekan usus bayi belum bisa bekerja dengan baik, bayi aman diberi makanan pendamping ASI setelah enam bulan. Pengenalan makanan yang memiliki tekstur padat pada bayi bawah sangat tidak disarankan dan akan membahayakan kesehatan bayi. Agar bayi tidak mengalami konstipasi, ibu yang rutin memberikan ASI untuk bayinya harus memperhatikan asupan serat harian, sayur sayuran segar, beras merah, buah segar dan polong polongan memiliki sumber serat yang baik karena produksi ASI menjadi lancar juga mengantung banyak serat yang dibutuhkan oleh bayi. Pastikan bayi mendapatkan kebutuhan cairan hariannya, karena jika bayi dehidrasi atau kekurangan cairan bayi akan rentan konstipasi.

Penulis: Lia Suratna

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s