Jauhnya Umat Islam Terhadap Al-qur’an

jauhnya-umat-islam-terhadap-al-quran
Sumber: http://jnukmi.uns.ac.id

Sering terlihat fenomena dimana hp jauh lebih menarik dibandingkan al-qur’an. Khususnya di jaman sekarang ini dimana teknologi dan media jauh lebih menarik sehingga melupakan umat muslim sebagai khalifah di bumi ini yang bertujuan untuk mengamalkan isi al-qur’an yang menjadi pedoman kita sejak zaman nabi Muhammad SAW.    

Ini agaknya dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya teknologi yang semakin canggih. Tergantung dari bagaimana perspektif kita dalam menilai media dan teknologi.

Sampai pada saat ini penerapan teknologi dalam islam sangat berpengaruh positif, seperti contoh pada pembuatan Al-Qur’an digital dan Tasbih Elektrik, serta ada juga pembuatan sajadah yang menggunakan kompas sebagai sarana untuk menentukan arah kiblat.

Hal negatifnya dapat kita lihat dari banyaknya manusia yang rata-rata lebih tertarik untuk mengutak-atik hp-nya, termasuk juga karena dapat bermain game yang terkadang bisa membuat kita lupa waktu. Besarnya pengaruh dari media dan teknologi yang secara tak langsung telah memecah umat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti contoh, film dokumenter “INNOCENCE OF MUSLIMS” yang telah menjadi kontrofersi.

Selain faktor media dan teknologi ada pula karena faktor lain, Banyak para ulama mengatakan bahwa salah satu faktor jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an adalah mewabahnya penyakit “Al-Wahn”, yaitu suatu penyakit yang cinta dunia dan takut mati. Manusia hanya memikirkan kesenangan dunia, bagaimana cara memupuk harta sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bagaimana dengan kehidupan di akhirat kelak yang kekal nan abadi.

Standar kesuksesan hidup mereka adalah berlimpahnya materi seperti rumah yang bagus, mobil yang mewah, dan asesoris yang serba mahal. Banyak umat Islam yang berkhianat dan menjadi kaki-tangan musuh Islam, hanya karena iming-iming dunia. Bangsa Amerika, Israel dan sekutunya menjadi kuat di negeri muslim, karena di setiap negeri muslim banyak agen dan boneka AS dan Israel. Bahkan yang lebih parah dari itu, bahwa agen AS dan Israel itu adalah para penguasa negeri muslim sendiri atau kelompok yang dekat dengan penguasa.

Padahal Allah SWT sudah menegaskan bahwa kesuksesan seseorang jika di akherat nanti terhindar dari api neraka dan masuk ke dalam surga-Nya. Allah telah mengingatkan dalam firman-Nya:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185).

Allah Azza Wa Jalla berfirman,

 اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُور

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadid : 20)

Sumber Tulisan: http://wahdah.or.id/tadabbur-qs-al-hadid-ayat-20/

Alquran adalah pegangan hidup setiap muslim, petunjuk jalan agar tidak tersesat dalam mengarungi bahtera kehidupan. Jika kita mempedomaninya, tentu akan diberkahi penuh keselamatan. Dan jika kita berpaling darinya, maka tentu akan ditimpa oleh berbagai bencana.

Hal ini sudah merupakan ketetapan Allah SWT: “Sungguh telah berlaku sunnah (ketentuan) Allah, atas orang-orang sebelum kalian, maka berjalanlah kalian di muka bumi ini- dan saksikanlah- bagaimana akibat yang menimpa orang-orang yang mendustakannya (mengingkari Alquran)”.

Bencana-bencana yang akan datang jika jauh dari Alquran:

Pertama, bencana Moral, Apabila seseorang tidak berpedoman kepada kitabullah Alquran, maka tentu dia akan mengikuti hawa nafsunya. Dan apabila banyak orang yang berlaku demikian, maka tentu akan terjadi bencana moral di masyarakat. Karena moral seorang muslim tentu dibentuk atas dasar petunjuk dari Alquran.

Kedua, bencana Fisik. Hal ini diungkapkan Allah swt dalam surat Al-A’raaf ayat 96: “Akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami azab mereka akibat kedustaan mereka”. Kepada kaum-kaum penentang sebelumnya, Allah swt telah menurunkan azab, gelombang seperti tsunami terhadap kaum nabi Nuh AS, hujan batu yang menimpa kaum Nabi Luth as karena menganut homo seks, Fir’aun yang ditenggelamkan karena menentang Musa AS, dan tentunya tengoklah apa yang menimpa para penentang Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah bin Khalaf, Musailamah Alkadzzab dll.

Ketiga, bencana Ekonomi. Kata ma’isyatan dhanka dalam surat Thaha : 124 diatas bermakna mata pencaharian yang sempit. Rezeki akan susah, tekanan ekonomi semakin berat, lantaran mereka jauh dari Alquran.

Keempat, bencana Sosial. Manakala kaum muslimin jauh dari Alquran, tentu hubungan ukhuwwah sesama muslim tidak akan baik. Hubungan dengan tetangga, hubungan-hubungan sosial akan rusak. Hal ini merupakan bibit-bibit perpecahan ummat bahkan perpecahan bangsa. Jika ini terjadi, tentu merupakan bencana sosial bagi kita semua.

Kelima, bencana Keimanan; Kerusakan iman kaum muslimin akan menjadi sasaran akhir jauhnya mereka dari pedoman hidup Alquran. Karena tidak faham Alquran, sehingga mereka tidak mengerti: mengapa harus mengerjakan sholat, mengapa harus puasa, mengapa harus zakat, haji dan seterusnya. Lama-lama tentu keimanannya akan tergerus dan mulai bertanya, mengapa kita harus beriman?. Nau’dzubillahi min dzalik.

Jauhnya umat islam terhadap al-qur’an ini disebabkan oleh diri kita sendiri yang masih terlena dengan kehidupan duniawi seperti yang telah dijelaskan diatas. Oleh sebab itu perbaikilah dari dalam diri kita sendiri, kita harus paham betul akhiratlah tujuan hidup kita dan untuk mencapainya kita membutuhkan sebuah pedoman hidup yakni al-qur’an (sebagai kalammallah). Jangan biarkan diri kita dipengaruhi oleh kenikmatan dunia yang sesaat dan fana ini, sesungguhnya orang-orang tersebut adalah orang-orang yang merugi, mereka diberi akal pikiran tetapi mereka tidak mempergunakannya dengan sebaik-baiknya, sungguh orang-orang tersebut akan kekal didalam neraka selamanya (naudzubilahimindzalik), semoga kita semua selalu berada dalam lindungan ALLAH SWT,amiin.

 Sumber: http://www.dakwatuna.com/2006/12/22/26/realita-umat-islam-hari-ini/#ixzz4QP08QSgw

Red: Raisa Meriza

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s