Naudzubillah, Betapa Mengerikan Adzab bagi Pezina dan Peselingkuh di Akhirat

Zina adalah aktivitas seksual yang dilakukan oleh pria dan wanita yang tidak memiliki ikatan pernikahan yang sah. Perlakuan mengkhianati pasangan ini menjadi momok dalam kehidupan bermasyarakat, alih alih melegalkan lokalisasi namun masih saja ditemukan bentuk bentuk perzinahan terselubung yang tidak terkonsentrasi. Pezina pun menjadi komoditi, penjaja nya pun beragam dari muda mudi, hingga wanita paruh baya, dari level kost kost san, hotel sampai apartement, dari yang sekedar pacar- pacaran alias suka sama suka sampai jual beli layaknya beli sate kambing.

cheating-selingkuh-ilustrasi
Ilustarsi selingkuh, sumber: manado.tribunnews.com

Imbasnya sepertinya yang kita lihat, kemerosotan moral masyarakat, meningkatnya penyebaran penyakit kelamin berbahaya, dan terjadinya perubahan nilai zina itu sendiri. Nilai zina kini lebih mengerucut hanya pada hubungan seksual saja, sedangkan pandangan Islam dalam menilai zina begitu kompleks termasuk didalamnya zina merupakan upaya kontak mata atau fisik contohnya berpandangan atau berpegangan tangan. Zina kini di perhalus dan dikenalkan dengan sebuah istilah baru yaitu ‘pacaran’. Sebuah trend yang menjalar tak terkendali di kalangan anak muda saat ini.

Dalam Islam zina merupakan salah satu dosa besar, disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Isra (17:32) ;

“… dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Dalam hadistpun disebutkan bahwa dosa yang paling besar ke dua setelah syirik yaitu berzina. Rasulullah SAW bersabda;

Tidak ada dosa setelah syirik yang lebih besar di sisi Allah daripada ‘setetes air’ yang dituangkan oleh seorang laki-laki ke kemaluan yang tidak dihalalkan baginya.” (Mursal Dhaif, diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dari jalur Ibnu Abi Dunya)

Di Indonesia sendiri hukum yang mengatur perzinahan diatur dalam pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pezina terancam dipidanakan jika salah satu atau keduanya (pria&wanita) dalam status penikahan. Lebih lengkap dijabarkan dalam KUHP bab XIV kejahatan terhadap kesusilaan, Pasal 284-289 KUHP dimana tidak dianggap berzina dan tidak termasuk tindak pidana kecuali terjadi pemerkosaan atau pelecehan seksual, ini berarti hukum pidana tidak bisa menjerat pelaku zina yang didasari suka sama suka.

Pelaku zina dikategorikan menjadi dua, yaitu muhshan atau pezina yang sudah menikah atau memiliki pasangan perkawinan yang sah (perselingkuhan) dan ghayru mushshan yaitu pelaku perzinahan yang belum memiliki pasangan perkawinan yang sah (fornikasi). Ganjaran untuk pelaku zina menurut hukum islam sangat berat. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran Surat An-Nur (24:2) ;

“Perempuan yang berzina dan laki laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keuanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

Pada penerapannya, hukum Islam bagi Pezinah murshan harus menerima 100 kali deraan dan hukuman rajam, sedangkan pezinah ghayru mushshan menerima 100 kali deraan, dan satu tahun diasingkan.

Hukuman yang diterima di dunia tidak seberapa dibandingkan dengan hukuman yang akan mereka terima di akhirat kelak, disebutkan dalam hadist riwayat Bukhari, pada suatu pagi Nabi Muhammad SAW bercerita kepada kami ;

Tadi malam saya didatangi oleh dua orang. Keduanya berkata kepada-ku: berjalanlah kamu. Kemudian aku pergi berjalan bersama dengan keduanya. . . . . . Lalu kami mendatangi bangunan menyerupai sebuah tungku api. Tiba-tiba terdengarlah aneka macam suara gaduh dan juga teriakan di dalamnya. Lalu kami melongok ke dalamnya. Ternyata di dalamnya terdapat beberapa laki-laki dan juga perempuan telanjang. Kobaran api dari bawahnya, menyalak ke mereka. Saat kobaran api itu mengenai mereka, maka mereka menjerit kesakitan.

Kemudian Nabi SAW bertanya kepada kedua orang yang pergi bersamanya tadi, “Siapa mereka itu?” kemudian dijawab di ujung hadits,

“adapun laki-laki dan perempuan telanjang yang berada di banguan seperti tungku api adalah para laki-laki dan perempuan pezina.”
(HR. Al-Bukhari).

Kesaksian seorang muslimah yang sempat mengalami kematian selama 2 jam, menyebutkan  bahwa di alam kubur dia diperlihatkan seorang yang berkali kali di pukul menggunakan palu besar, itulah ganjaran bagi pelaku zina dan siksaan tersebut akan terus dia rasakan hingga datangnya hari akhir. Di akhirat mereka menerima siksaan yang sangat pedih, Pezina akan di tempatkan pada neraka Jahanam, yaitu neraka yang paling berat dan penuh dengan siksaan. Dalam sebuah hadist dhaif yang diriwayatkan Ahmad dan Al-Haitsami disebutkan;

Di Jahanam ada sebuah Iembah yang dipenuhi oleh ular berbisa. Ukurannya sebesar leher unta. Ular-ular itu akan mematuk orang yang meninggalkan shalat dan akan menggerogoti tubuhnya selama 70 tahun, lalu terkelupaslah daging-dagingnya. Di sana juga ada lembah yang namanya Jubb al-Huzn. la dipenuhi ular dan kalajengking. Ukuran kalajengkingnya sebesar bighal (peranakan kuda dan keledai). Ia memiliki 70 sengat. Masing-masing memiliki kantung bisa. Ia akan menyengat pezina dan memasukkan isi kantung bisanya ke dalam tubuh pezina itu. Ia akan merasakan pedih sakitnya selama 1000 tahun. Lalu terkelupaslah daging-dagingnya dan akan mengalir dari kemaluannya nanah dan darah busuk.” (Dhaif, diriwayatkan Ahmad dan Al-Haitsami)

Disebutkan pula bahwa barangsiapa berzina dengan seorang wanita yang telah bersuami, maka bagi mereka berdua setengah adzab umat ini di dalam kubur. Ketika hari kiamat, Allah akan memberikan kepada suaminya berupa kebaikan istri (yang berzina) tersebut, apabila (perilaku zina istri itu) tanpa pengetahuan suaminya. Namun, apabila suaminya mengetahuinya dan mendiamkan saja, maka Allah mengharamkan bagi suami itu surga, karena Allah telah tuliskan (tetapkan) pada pintu surga itu, “Kamu haram bagi dayuts (yaitu laki-laki [suami] yang mengetahui perbuatan keji [zina] keluarganya, namun dia mendiamkan saja dan tidak menghiraukannya).”

Siksaan bagi pezina sangatlah pedih, akan sangat merugi bagi mereka yang tidak segera bertaubat atas perbuatan zina yang mereka lakukan di dunia. Sebelum terlambat, sebelum ajal mendekat mampukan diri untuk taubat nasuha, jauhkan diri dari zina, serta dengan penuh keyakinan akan ampunan yang Tuhan berikan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Az Zumar ayat 53;

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri,  janganlah kamu  berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS. 39:53)

Penulis: Lia Suratna

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s