Fakta ini membuat kamu tercengang; kenapa masjid sepi remaja?

Pernahkah terfikir oleh anda bagaimana orang tua yang memiliki usia lebih dari lima dasawarsa tetapi bisa bertahan menjalankan 23 rakaat shalat tarawih? Itu artinya dengan prosentase kemungkinan 90% mengalami radang sendi, mereka masih bisa melakukan 23 x gerakan rukuk dan 46 kali gerakan sujud.

dsc_0095
Ilustrasi: Masjid dipenuhi oleh orang yang lebih tua ketimbang remaja atau anak muda. (Sumber: http://maftuhin.blogspot.co.id)

Seperti halnya shalat di mesjid, para orang tua menjadi yang paling konsisten dan selalu berada di barisan terdepan shaff shalat. Agaknya hal tersebut berbanding terbalik dengan keberadaan jamaah abege yang nyaris jarang ditemukan menyambangi mesjid di waktu waktu shalat. Beberapa masih ditemukan sedang bergumul dengan gadget, rutinitas yang terlampau over dosis ini menjadi wajah manusia modern masa kini, lainnya mungkin terlalu sungkan untuk menjadi yang pertama.

Pembiaran atas hak manusia beragama seutuhnya terenggut oleh otorisasi cukong cukong sekuler dan menjadikannya lalay atas panggilan shalat. Lebih dari pada itu, lemahnya iman membuat mall mall lebih asik dijadikan tempat tongkrongan dari pada mesjid. Apa yang menjadi dasar GAP ini? dan seberapa penting ini untuk di bahas mari kita gali lebih dalam

Tanpa sadar maut mengawasi Kita, ketika Kita lengah

Memang tak dapat dipungkiri, ketika pensiun tidak banyak yang bisa dilakukan para orang tua. Ketika keinginan dunia sudah tidak membumbung, hanya mendekatkan diri kepada Tuhan dan menenggelamkan diri dengan ibadahlah menjadi satu satu nya cara penebusan dosa di masa lalu. Berbeda dengan pemuda yang memiliki segudang aktivitas, dan tidak memiliki keluangan waktu sebanyak orang tua. Jika setiap orang beranggapan dimana masa muda adalah masa bersenang senang dan masa tua masa beribadah dan minta pengampunan, bagaimana jika masa tua itu tidak pernah terjadi?. Allah dalam firman nya Q.S Ali Imran menyebutkan :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S Ali Imran: 185)

Siapa pun tidak luput dari kematian, artinya kematian tidak hanya bagi mereka yang sudah berumur. Untuk itu beribadah dan beramal shalehlah sedini mungkin, ketika kalian memilih untuk menunda kebaikan dengan berkata “nanti saja” pada akhirnya tanpa sadar ajal akan menjemput kita.

Ketika buaian dunia melupakan tujuan hidup

Seringkali kesibukan membuat kita lupa tujuan dan kemana kita akan berpulang, terlalu sibuk  memupuk pundi pundi harta, merasa rendah di hadapan manusia lainnya hanya karena tidak memilikinya. Lantas bagaimana kita harus menjalani peran kita sebagai khalifah di muka bumi ini? dalam firman Allah (QS Al Bayyinah : 5) disebutkan;

Artinya: Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
(Q.S. al-Bayyinah [98]: 5)

Guru yang terbaik bagi anak anak mu adalah perilakumu

Kita mungkin lupa bahwa pepatah “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya” bukan hanya isapan jempol semata. Begitupun dengan fenomena jamaah masjid yang notabene dipenuhi oleh bapak bapak atau orang tua, tentu karena generasi muda masa kini yang tidak sedari dini dikenalkan dengan mesjid. Serentetan aktivitas dari dini hari hingga malam hari, dari sekolah, les privat bahkan les mengajipun dilakukan di rumah. Mesjid menjadi tempat yang asing karena para orang tua yang tidak mengajarkan anak anak mereka untuk memakmurkan mesjid. Kenapa memakmurkan mesjid begitu penting, Allah berfirman dalam Qur’anSurat At-Taubah ayat 18 :

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. at-Taubah:18).

Jauh sebelum sekolah sekolah modern bermunculan, mesjid tidak hanya sebagai tempat beribadah tapi juga tempat untuk menuntun ilmu dan berdakwah. Dengan memakmurkan mesjid, termasuk di dalamnya membina generasi muda untuk terikat dana mencintai mesjid. Sebagaimana Rosulullah bersabda :

“Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada kecuali dari Allah: Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penulis: Lia Suratna

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s