Tugas Berat Persib Menaklukkan Keangkeran Kandang Perseru Serui

Copy of conversation starter

Akhir pekan nanti, Sabtu (6/8), Persib kembali mendapat tugas berat kala harus melawat ke Stadion Marora kandang Perseru Serui. Pasalnya, sampai pekan ke-14 bergulirnya ISC, Perseru yang sudah memainkan 6 laga kandang masih berhasil mempertahankan rekor tak pernah kalah di kandang. Dari 6 pertandingan tersebut, 4 kemenangan berhasil diraih atas PSM Makassar, Semen Padang, PS TNI, dan Pusamania Borneo FC. Borneo FC sendiri terpaksa gagal bertandang karena kesulitan mencari tiket pesawat menuju Serui. Sementara itu, dua tim berhasil mencuri satu poin dari klub yang berkostum seperti Hull City tersebut. Mereka adalah Persija Jakarta dan Mitra Kukar. Selain belum terkalahkan, tim asal Papua barat tersebut baru kemasukan 1 gol saat bermain di kandang.

Meski masih prematur, statistik tersebut mampu menggambarkan angkernya stadion Marora yang berkapasitas 10 ribu penonton tersebut. Faktor kelelahan yang dialami tim tamu ditengarai menjadi penyebab tumpulnya lawan-lawan Perseru saat bermain di kandangnya. Perjalanan jarak jauh dengan beberapa transit pesawat memang menyulitkan tamu-tamu mereka. Bahkan pelatih Semen Padang, Nil Maizar, berkelakar menyebut perjalanan menuju Serui layaknya perjalanan ibadah.

Situasi ini kontras dengan Persib yang kesulitan saat bermain tandang. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman tersebut baru memperoleh 5 poin di 6 laga tandang mereka. Pertahanan mereka pun terbilang rentan, selama laga tandang total sudah 11 gol bersarang di jala Atep dkk. Sektor penyerangan pun sama saja, secara keseluruhan Maung Bandung baru mencetak 14 gol, atau hanya 1 gol setiap laga. Kedatangan Sergio van Dijk pun belum memberikan dampak yang signifikan terhadap permainan Persib.

Meski lagi-lagi menjalani misi sulit, Persib punya modal yang bagus untuk mengahadapi Perseru. Satu-satunya kemenangan Persib di laga tandang justru didapat dari tanah Papua. Bertandang ke stadion Mandala, Pangeran Biru berhasil menaklukkan Persipura dua gol tanpa balas. Semangat tersebut pula yang kini diusung punggawa Persib, membawa pulang 3 angka dari tanah papua. Kendati demikian, Perseru memiliki modal fisik yang lebih baik jelang menghadapi Persib. Apalagi, di partai terakhir Perseru tidak perlu bertanding, lantaran sang lawan tak bisa datang.

Harus menempuh perjalanan panjang pasti akan melelahkan bagi semua tim, tak terkecuali Persib. Hal tersebut diakui oleh sang pelatih.  “Pasti lah perjalanan akan melelahkan. Saya harus pandai memotivasi pemain supaya jangan menyerah dengan keadaan. Semua tim kan harus pergi kesana dan kita juga harus pergi jadi ga ada yang harus dipermasalahkan,” tukas Djadjang seperti dilansir dari simamaung.com.

Terlepas dari kelelahan yang mungkin harus dihadapi, Persib masih memiliki potensi untuk mengalahkan Perseru. Dengan catatan, Persib bisa bermain disiplin dan mengunci pergerakan kapten sekaligus motor serangan Perseru, Arthur Bonai. Gelandang seperti Hariono dan Taufik yang memiliki stamina ekstra bisa dibebani tugas tersebut. Selain itu bek Persib juga harus mewaspadai pergerakan duet penyerang  Yoksan Ama dan Amadou Gakou yang sama-sama sudah mengoleksi dua gol.

Keterbatasan stamina harus diakali dengan permainan efektif. Jika pada pertandingan mendatang Persib bisa bermain efektif, bukan tidak mungkin Persib bisa mencuri satu atau bahkan tiga poin dari stadion Marora yang sampai saat ini masih angker bagi lawan-lawan Perseru.

Akhir pekan nanti, Sabtu (6/8), Persib kembali mendapat tugas berat kala harus melawat ke Stadion Marora kandang Perseru Serui. Pasalnya, sampai pekan ke-14 bergulirnya ISC, Perseru yang sudah memainkan 6 laga kandang masih berhasil mempertahankan rekor tak pernah kalah di kandang. Dari 6 pertandingan tersebut, 4 kemenangan berhasil diraih atas PSM Makassar, Semen Padang, PS TNI, dan Pusamania Borneo FC. Borneo FC sendiri terpaksa gagal bertandang karena kesulitan mencari tiket pesawat menuju Serui. Sementara itu, dua tim berhasil mencuri satu poin dari klub yang berkostum seperti Hull City tersebut. Mereka adalah Persija Jakarta dan Mitra Kukar. Selain belum terkalahkan, tim asal Papua barat tersebut baru kemasukan 1 gol saat bermain di kandang.

Meski masih prematur, statistik tersebut mampu menggambarkan angkernya stadion Marora yang berkapasitas 10 ribu penonton tersebut. Faktor kelelahan yang dialami tim tamu ditengarai menjadi penyebab tumpulnya lawan-lawan Perseru saat bermain di kandangnya. Perjalanan jarak jauh dengan beberapa transit pesawat memang menyulitkan tamu-tamu mereka. Bahkan pelatih Semen Padang, Nil Maizar, berkelakar menyebut perjalanan menuju Serui layaknya perjalanan ibadah.

Situasi ini kontras dengan Persib yang kesulitan saat bermain tandang. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman tersebut baru memperoleh 5 poin di 6 laga tandang mereka. Pertahanan mereka pun terbilang rentan, selama laga tandang total sudah 11 gol bersarang di jala Atep dkk. Sektor penyerangan pun sama saja, secara keseluruhan Maung Bandung baru mencetak 14 gol, atau hanya 1 gol setiap laga. Kedatangan Sergio van Dijk pun belum memberikan dampak yang signifikan terhadap permainan Persib.

Meski lagi-lagi menjalani misi sulit, Persib punya modal yang bagus untuk mengahadapi Perseru. Satu-satunya kemenangan Persib di laga tandang justru didapat dari tanah Papua. Bertandang ke stadion Mandala, Pangeran Biru berhasil menaklukkan Persipura dua gol tanpa balas. Semangat tersebut pula yang kini diusung punggawa Persib, membawa pulang 3 angka dari tanah papua. Kendati demikian, Perseru memiliki modal fisik yang lebih baik jelang menghadapi Persib. Apalagi, di partai terakhir Perseru tidak perlu bertanding, lantaran sang lawan tak bisa datang.

Harus menempuh perjalanan panjang pasti akan melelahkan bagi semua tim, tak terkecuali Persib. Hal tersebut diakui oleh sang pelatih.  “Pasti lah perjalanan akan melelahkan. Saya harus pandai memotivasi pemain supaya jangan menyerah dengan keadaan. Semua tim kan harus pergi kesana dan kita juga harus pergi jadi ga ada yang harus dipermasalahkan,” tukas Djadjang seperti dilansir dari simamaung.com.

Terlepas dari kelelahan yang mungkin harus dihadapi, Persib masih memiliki potensi untuk mengalahkan Perseru. Dengan catatan, Persib bisa bermain disiplin dan mengunci pergerakan kapten sekaligus motor serangan Perseru, Arthur Bonai. Gelandang seperti Hariono dan Taufik yang memiliki stamina ekstra bisa dibebani tugas tersebut. Selain itu bek Persib juga harus mewaspadai pergerakan duet penyerang  Yoksan Ama dan Amadou Gakou yang sama-sama sudah mengoleksi dua gol.

Keterbatasan stamina harus diakali dengan permainan efektif. Jika pada pertandingan mendatang Persib bisa bermain efektif, bukan tidak mungkin Persib bisa mencuri satu atau bahkan tiga poin dari stadion Marora yang sampai saat ini masih angker bagi lawan-lawan Perseru.

Reporter: Prasetyo

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s