Tiga Dasar Fokus

“Your focus determines your reality”  – Qui Gon Jinn

Terlintas dalam pikiran untuk meningkatkan  kemampuan fokus, hal ini disebabkan dari berbagai aktivitas yang Saya lewati, banyak tugas yang saya kerjakan tidak sempurna dalam penyelesaianya. Tugas-tugas yang dikerjakan hanya sekedar beres, tetapi kualitasnya tidak bisa dikatakan bagus. Setelah ditelaah, kemampuan fokus Saya menurun karena kebiasaan sering tergesa-gesa dalam menyelesaikan berbagai tugas. Dalam benak, saya selalu yakin bisa menyelesaikan banyak tugas dalam waktu tertentu, akan tetapi setiap tugas yang dikerjakan hanya sekedar memenuhi target.

Alasan lain dalam benak saya adalah  keinginan untuk lebih produktif, akan tetapi pada kenyataannya porsi yang lebih besar ternyata hanya sekedar menyibukkan diri. Selain itu, salah satu yang paling sering dialami adalah ketidakrelaan  untuk melepaskan beberapa pekerjaan yang dapat ditunda atau disimpan terlebih dahulu, bukan untuk tidak dikerjakan, akan tetapi membiasakan untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan dengan penuh atensi, atensi secara lebih luas bermakna kemampuan untuk berfokus, dengan atensi ini diharapkan kita dapat melakukan pekerjaan dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Pada awalnya Saya tidak merasa banyak terganggu dengan kebiasaan ini, akan tetapi semakin lama mulai banyak hal yang berubah, Saya mulai merasa malas menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan atensi yang lebih tinggi, butuh dorongan yang besar untuk menyelesaikan tipe pekerjaan seperti itu, bahkan semakin lama cenderung menyelesaikannya dengan cara yang asal dan praktis. Selain itu, Saya juga merasa malas untuk memahami orang lain, cenderung cuek dengan kondisi orang lain, Saya belum tahu dampak lanjutan seperti apa, mungkin bisa lebih buruk, bahkan bisa berdampak pada kebiasaan kita dalam menjalani hidup, akan tetapi kebiasaan ini harus berubah, menurut Saya selain pekerjaan harus selesai, kualitas pekerjaan juga memang harus diperhatikan, hal ini yang memberikan kita nilai tambah yang menjadikan kita lebih baik dan lebih berkualitas.

Satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan berlatih meningkatkan kemampuan fokus secara konsisten. Anggap saja fokus itu seperti otot, otot semakin kuat jika kita sering melatihnya dan otot yang teratih akan memiliki daya tahan yang lebih lama. begitulah fokus, fokus pun perlu dilatih dan perlu waktu untuk memperkuat dan mempertajamnya.

Copy of conversation starter(1)
Kyudo: Panahan dari Jepang (By: Julian Krakowiak)

Menurut Daniel Goleman, Ada tiga fokus yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mencapai kesuksesan:

  1. Fokus kedalam diri
  2. Fokus ke pihak lain
  3. Fokus keluar

Fokus kedalam, dapat meningkatkan kepekaan kita terhadap intuisi, nilai-nilai hidup yang kita pegang, termasuk bagaimana cara kita mengambil keputusan yang lebih baik. Fokus  kepada pihak lain, dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Terakhir adalah fokus keluar, meningkatkan sensitifas kita terhadap perubahan dunia yang lebih luas.

Ketiga fokus ini memiliki dampak terhadap diri kita, Seorang yang tidak selaras dengan apa yang ada di dalam dirinya, semakin lama akan sulit memahami dirinya, seperti orang yang tidak memiliki kendali. Seseorang yang buta terhadap dunia orang lain akan menjadi bebal, sulit mengerti/memahami orang lain. Seseorang yang tidak peduli dengan sistem yang lebih besar, sistem berupa tempat kita berhubungan dengan orang lain dalam organisasi, atau bekerjasama, seseorang dengan tipe ini akan menjadi lengah.

Tentu saja harapan dari melatih fokus adalah Saya mampu mencapai apa yang  ditargetkan dalam setiap lini kehidupan, baik itu dalam bekerja, membina hubungan dengan orang lain, berorganisasi, atau dalam memimpin sebuah perusahaan. Dengan melatih kemampuan fokus Saya harap saya dapat menyelesaikan setiap rintangan dan tantangan dengan tepat. Akan tetapi, Kemampuan fokus akan sulit didapatkan jika kita tidak mampu bersabar dalam menggapainya dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Bahkan, Al-Quran mengajarkan Kita untuk Fokus seperti dalam QS: 94:7

“Maka Apabila engkau telah selesai (dari satu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”

Dalam Al-Quran jelas mengatakan bahwa Kita harus bersungguh-sungguh dalam melakukan setiap urusan, satu urusan selesai dikerjakan, kemudian berlanjut ke urusan yang lain dan setiap urusan dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Menurut saya akan sangat sulit jika kita ingin memberikan kualitas terbaik dalam suatu pekerjaan jika kita tidak mampu larut didalamnya, tidak mencurahkan seluruh pikiran kita untuk menyelesaikannya karena menurut Saya dengan fokus yang tinggi kita akan mampu membuat karya yang jauh lebih baik atau mungkin dapat memberikan karya yang fenomenal.

Penulis:

Rizal Jamjam

Sumber:

https://rizaljamjamblog.wordpress.com/2016/07/31/tiga-dasar-fokus/

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s