Membangun Motivasi – Mengenali Gangguan dan Perlawanan

conversation starter
Foto Diambil dari Arsip Pribadi (Facebook) Muhammad Ali (europafm.ro)

Setelah membahas tentang mengenal kelemahan dan kekuatan diri sendiri melalui tes kepribadian tentang ekstrovert atau introvert, four temperaments, serta DISC profile, mari berbelok sejenak ke pertanyaan lain tentang membangun motivasi untuk mencapai tujuan kita.

Permasalahan yang kita hadapi adalah kita tidak terbiasa menentukan pilihan sendiri. Dengan tes kepribadian, kita bisa mengenal kelemahan dan kekuatan diri yang bisa dijadikan tolak ukur atau landasan untuk membuat pilihan. Tetapi, ketika pun kita sudah mengenal kepribadian diri sendiri, masih ada tantangan selanjutnya yang harus dihadapi, yaitu membangun motivasi.

Mengenali kepribadian Anda adalah langkah untuk menentukan orientasi arah kemana Anda menuju. Lalu, membangun motivasi adalah usaha membangun gaya untuk melangkah ke arah tujuan tersebut.

Artinya, mengenali kepribadian Anda bermanfaat untuk mengurangi ketidakjelasan tentang arah yang Anda hadapi saat menentukan pilihan. Sementara membangun motivasi bermanfaat untuk menambah usaha mencapai tujuan Anda setelah Anda mendapati kejelasan tersebut. Kedua hal ini penting untuk membantu Anda berhasil mencapai tujuan (seperti apakah lanjut kuliah, kerja, atau usaha sendiri).

Untuk membangun motivasi dengan efisien, kita perlu memahami apa itu motivasi.

Membangun motivasi yang tahan banting

Dalam pengalaman sehari-hari, motivasi adalah bentuk energi yang naik dan turun. Ada kalanya kita merasa memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu, ada kalanya kita tidak memilikinya dan enggan atau malas untuk melakukan sesuatu tersebut. Tetapi bila kita ingin mencapai tujuan dengan berhasil maka kita perlu mampu membangun motivasi yang konsisten atau tahan banting.

Bila kita anggap motivasi adalah gaya ke depan yang mendorong dan menarik kita lebih dekat kepada tujuan, maka ada gaya-gaya ke belakang yang berlawanan dengan gaya motivasi. Dengan kata lain, gaya motivasi adalah energi yang positif (mendekatkan kita kepada tujuan), sedangkan gaya yang berlawanan adalah energi negatif (menjauhkan kita dari tujuan). Lalu apakah energi-energi negatif tersebut dan bagaimana kita bisa meminimalisirnya untuk membangun motivasi yang efisien?

Perhatikan seksama gambar berikut:

Motivation, Distraction, Resistance
Motivation Vs (Distraction or Resistence) By. Endy

Gambar di atas menunjukkan motivasi sebagai energi positif ke depan. Lalu ada dua gaya berlawanan atau energi negatif ke belakang yaitu: distraction atau gangguan dan resistance atau perlawanan.

Gambar di atas bukanlah model lengkap tentang sistem motivasi tetapi merupakan model yang cukup praktis untuk dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari (dengan kata lain, gambar di atas belum sempurna tapi tetap dapat dipakai).

Untuk lebih memahami bagaimana peran masing-masing gaya atau energi tersebut, mari membaca definisi-definisi berikut. Menurut definisi, motivation atau motivasi berarti:

the general desire or willingness of someone to do something.

Terjemahannya:

“Hasrat secara umum atau kebersediaan seseorang untuk melakukan sesuatu.”

Distraction atau gangguan berarti:

“a thing that prevents someone from giving full attention to something else.”

Terjemahannya:

 “Suatu hal yang mencegah seseorang memberikan perhatian penuh kepada sesuatu yang lain.”

Resistance atau perlawanan berarti:

 “the refusal to accept or comply with something; the attempt to prevent something by action or argument.”

Terjemahannya:

 “penolakan untuk menerima atau menuruti sesuatu; usaha untuk mencegah sesuatu melalui tindakan atau argumentasi.”

Berdasarkan gabungan ketiga definisi di atas, maka kita bisa membangun kesimpulan sementara bahwa: dalam membangun motivasi, ada gaya-gaya yang mencegah kita memberikan perhatian penuh terhadap usaha mencapai tujuan, sehingga membuat kita menolak untuk menerima atau menuruti sesuatu yang butuh dilakukan, dengan tindakan atau dalih argumentasi.

Motivasi muncul ketika kita memiliki hasrat atas sesuatu tujuan. Hasrat tersebut memunculkan kesediaan untuk melakukan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam perjalanan mencapai tujuan, muncul gangguan yang mencegah kita memberikan perhatian penuh terhadap tindakan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Gangguan ini mampu untuk menurunkan energi motivasi yang kita bangun sejak awal. Gangguan ini adalah gaya negatif yang bersifat eksternal – berasal dari luar diri kita.

Selain gangguan, muncul juga perlawanan yang membuat kita enggan atau tidak ingin menerima atau menuruti tindakan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Padahal tindakan tersebut merupakan syarat untuk terpenuhinya tujuan yang kita inginkan. Perlawanan ini adalah gaya negatif yang bersifat internal – berasal dari dalam diri kita.

Komponen untuk membangun motivasi yang efisien

Dari penjelasan di atas, kita bisa membangun kerangka untuk membangun motivasi yang efisien:

  1. Motivasi membutuhkan perhatian penuh (fokus). Dengan kata lain, untuk mencapai tujuan, haruslah kita memberikan sepenuh energi yang kita miliki.
  2. Motivasi membutuhkan kebersediaan kita untuk menerima dan menurut syarat yang berlaku. Setiap tujuan yang kita inginkan memiliki syarat untuk dipenuhi sebagai bagian dari hukum alam terpenuhinya suatu tujuan atau terbentuknya suatu ide.
  3. Motivasi digulirkan dalam bentuk tindakan dan pembelaan. Ketika kita memiliki motivasi penuh, maka kita akan bertindak sesuai syarat yang diperlukan dan membelanya ketika ada masalah yang berusaha untuk membuat kita mundur.

Dengan kata lain, motivasi membuat kita terus maju (tidak mudah menyerah) menghadapi tantangan yang muncul sebagai bagian dari hukum alam mewujudkan sebuah tujuan atau ide. Membangun motivasi yang efisien membutuhkan ketiga bagian kerangka di atas. Bila salah satu saja tidak ada, maka motivasi yang terbangun tidak efisien dan akan gampang runtuh, dibanting, dan hancur.

Dengan mengenali adanya gangguan eksternal serta perlawanan internal saat membangun motivasi, kita membangun kemampuan untuk meminimalisir efek gaya negatifnya. Saat kita mampu mengurangi gaya negatif gangguan dan perlawanan tersebut, kita memaksimalkan gaya positif dari motivasi. Hasilnya, kita mencapai tujuan yang kita inginkan (kuliah, kerja, atau usaha sendiri) lebih cepat.

Pertanyaannya adalah: apakah gangguan dan perlawanan yang muncul dalam hidup Anda?

 

Penulis: Endy Daniyanto

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s