Perppu Terkait soal Hukuman Kebiri Dinilai Terkesan Emosional

Konpres_Perppu_Kebiri_4-2
Presiden Jokowi didampingi pejabat mengumumkan pnerbitan Perpu Kebiri (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

Rasa trauma yang dirasakan oleh korban maupun keluarga korban kekerasan seksual tidak akan pernah hilang sampai kapanpun, rasa trauma itu akan terbawa terus sampai seumur hidupnya, hanya kematian yang bisa menghilangkan rasa trauma itu. Lalu apakah dengan ditetapkannya ( Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah  yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Mei 2016. Yang salah satu perubahan paling mencoloknya dalam aturan itu, adalah pelaksanaan kebiri kimia disertai dengan rehabilitasi bagi para pelaku kekerasan seksual pada anak yang tercantum dalam Pasal 81 A ayat (3)), akan membantu para korban untuk kemudian melupakan kejadian yang telah menimpa dirinya?, menurut penulis tentu saja tidak akan pernah bisa korban dan keluarga korban lupakan.

Lalu kemudian timbul pertanyaan lagi apakah PERPPU ini akan menimbulkan efek jera bagi para pelaku dan calon pelaku lainnya, atau justru akan menimbulkan suatu tindakan yang lebih sadis dan kejam yang akan dilakukan oleh para pelaku yang telah dihukum nantinya kalau sudah bebas. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa penjara itu bagi para pelaku kejahatan ibarat sekolahan bagi mereka, karena didalam penjara itu berkumpul para pelaku-pelaku kejahatan yang tingkat kejahatannya berbeda-beda, dari yang baru melakukan kejahatan ringan sampai berat,bahkan para residivis (orang yang berkali-kali masuk penjara karena melakukan tindak kejahatan). mereka bisa saja menjadi insyaf dan menjadi orang baik-baik, tetapi malah sebaliknya mereka bisa juga menjadi bertambah jahat.

Karena itu penulis berpendapat bahwa hukuman mati lebih cocok diterapkan kepada para pelaku kejahatan yang biadab ini, disamping akan mengurangi rasa trauma yang dialami oleh para korban dan keluarga korban, juga akan membuat jera para calon pelaku lainnya. Dan yang paling penting adalah tidak akan ada kekhawatiran dari kita, bahwa para pelaku yang dihukum akan mengulangi atau bahkan melakukan kejahatan yang lebih sadis dan kejam.

Al-Qur’an bahkan jauh-jauh sudah menetapkan mengenai hukuman yang tepat bagi para pelaku kejahatan yang biadab ini, yaitu dengan hukuman mati bagi para pelakunya. Artinya adalah Allah saja telah menetapkan bahwa terhadap para pelaku kejahatan biadab ini hukumannya adalah mati, lalu mengapa kita sebagai manusia tidak mentaatinya.(RIS)

QS Al Israa’ ayat 33. “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan”.

By: Riswan Rismawan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s