Waspada Bahaya Laten Komunis di Indonesia.

catatan-merah-pki
Ilustrasi By : Rajo

Ideologi komunis adalah suatu ideologi yang tidak akan pernah mati, ideologi ini akan terus bertahan hidup. Karena itu Ideologi komunis ini bisa dikatakan bahaya laten, bahaya laten adalah merupakan sebuah kondisi keadaan yang menjadi sangat berbahaya jika hal tersebut benar-benar terjadi karena dapat merusak konsep dan keseluruhan nilai yang ada. Komunis ini adalah termasuk bahaya laten, karena jika komunis benar-benar eksis di Indonesia, dan terjadi maka keadaan tersebut akan berdampak buruk dan akan berakibat fatal, akan merusak tatanan, konsep dan nilai sebuah bangasa.

Ideologi inipun sampai sekarang di Indonesia masih ada yaitu dari mulai sejak berdirinya cikal bakal partai komunis di Indonesia, Partai Demokrat Sosial Hindia yaitu sekitar tahun 1917, berubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) pada tahun 1920, dan terakhir berubah menjadi  Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1924 dan terus berkembang, serta terus menerus mencetak kader-kadernya sampai sekarang.

Bahkan menurut seorang mantan Pangkostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zen di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One  selasa 17 mei 2016 mengatakan; disinyalir PKI telah membentuk kader – kader dan menyelusupkan kader-kadernya ke beberapa partai besar pada saat ini. Ingat kekejaman PKI pada tahun 1948 terhadap NU, meski tidak sama dengan aksi serangan di Madiun dan Magetan yang sukses mengambil alih pemerintahan, serangan mendadak yang sama pada pagi hari tanggal 18 September 1948 itu dilakukan oleh pasukan FDR/PKI di Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang, Cepu. Sama dengan di Madiun dan Magetan, aksi serangan FDR/PKI meninggalkan jejak pembantaian massal terhadap musuh-musuh mereka.

Antropolog Amerika, Robert Jay, yang ke Jawa Tengah tahun 1953 mencatat bagaimana PKI melenyapkan tidak hanya pejabat pemerintah, tapi juga penduduk, terutama ulama-ulama ortodoks, santri dan mereka yang dikenal karena kesalehannya kepada Islam: mereka itu ditembak, dibakar sampai mati, atau dicincang-cincang. Mesjid dan madrasah dibakar, bahkan ulama dan santri-santrinya dikunci di dalam madrasah, lalu madrasahnya dibakar. Tentu mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena ulama itu orang-orang tua yang sudah ubanan, orang-orang dan anak-anak laki-laki yang baik yang tidak melawan.

Setelah itu, rumah-rumah pemeluk Islam dirampok dan dirusak. Fakta kekejaman FDR/PKI dalam gerakan pemberontakan tahun 1948 disaksikan puluhan ribu warga masyarakat yang menonton pembongkaran sumur-sumur “neraka” itu, yang setelah diidentifikasi diperoleh sejumlah nama pejabat pemerintahan sipil maupun TNI, ulama, tokoh Masjoemi, tokoh PNI, Polisi, Camat, Kepala Desa, bahkan Guru. Berikut daftar sebagian nama-nama korban kekejaman FDR/PKI tahun 1948 yang diperoleh dari pembongkaran sumur “neraka” Soco I dan sumur “neraka” Soco II, yang terletak di Desa Soco, Kec. Bendo, Kab.Magetan. tanggal 1 Oktober 1965 tersiar kabar para jenderal TNI AD diculik PKI dan kemudian ditemukan sudah menjadi mayat di dalam sumur “neraka” Lubang Buaya di dekat Halim, amarah masyarakat seketika meledak terhadap PKI, termasuk di lingkungan aktivis Gerakan Pemuda Ansor yang sejak 1964 membentuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di berbagai daerah yang dilatih kemiliteran karena memenuhi keinginan Presiden Soekarno membentuk kekuatan sukarelawan untuk mengganyang Malaysia, di mana anggota Banser yang emosinya tak terkendali – terutama setelah tewasnya 155 orang anggota Ansor Banyuwangi yang dibunuh PKI – dimanfaatkan oleh pihak militer untuk bersama-sama menumpas kekuatan PKI yang telah membunuh para jenderal mereka. (Agus Sunyoto – Islamedia)

Waspadalah terhadap bahaya laten komunis ini, mereka akan muncul ketika kita lengah. Mereka pintar memanfaatkan situasi, ketika pemimpin negara lengah,dan mempercayai fakta yang telah mereka putar balikan, maka mereka akan muncul dan berulah. Menurut saya tidak layak dan tidak patut kalau negara harus meminta maaf kepada PKI. Menurut penulis, yang perlu untuk direhabilitasi adalah orang-orang yang dituduh terlibat PKI padahal mereka tidak terlibat sama sekali dengan PKI.

Jadilah pemimpin yang amanah.

By : Riswan Rismawan

Sumber tulisan :

  • Wikipedia, Islamedia,
  • facebook Kivlan Zen (21/5/2016).
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s