Bagaimana Mengatasi Banjir Bandung Selatan?

160313143347-banjir-merendam-11-kecamatan-ribuan-warga-kabupaten-bandung-mengungsi
Ilustrasi Banjir di Bandung Selatan

Banjir Bandung Selatan yang merendam hampir 10 kecamatan pada tahun ini bukanlah satu-satunya banjir besar yang terjadi. Pasalnya fakta sejarah menyatakan bahwa pada tahun 1810 pernah pula terjadi banjir besar yang mengakibatkan ibukota Bandung yang dahulu berada di daerah Krapyak (Dayeuh Kolot) dipindahkan ke wilayah Bandung Tengah oleh Bupati Bandung saat itu R. A. Wiranata Kusumah II. Hal ini disebabkan karena daerah Bandung Selatan berada pada dataran yang lebih rendah sehingga banjir akan selalu terjadi setiap tahunnya. Kondisi ini diperparah dengan padatnya penduduk dan sistem drainase yang buruk.  Sayangnya pemerintah tidak melakukan usaha lebih dalam menyelesaikan masalah banjir tersebut. Bahkan pemerintah Bandung membiarkan hal tersebut terjadi, sesuai dengan pernyataan Bupati Bandung Dadang M. Naser “Masyarakat harus bersahabat dengan alam”. Namun bersahabat dengan alam bukan merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan banjir Bandung Selatan. Mengapa ? karena hal ini justru menimbulkan masalah lain terutama masalah kesehatan masyarakat.

Data menyatakan bahwa fasilitas kesehatan yang ada di daerah Bandung Selatan sulit dicapai oleh warga. Jumlah puskesmas yang merupakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarkat saja masih terbatas. Data tahun 2015 menunjukan bahwa jumlah Puskesmas yang ada di Bandung Selatan hanya 62 Puskesmas saja, masih kurang 38 puskesmas lagi. Jumlah ini tentunya belum mencapai ideal untuk masyarakat Bandung Selatan yang jumlah penduduknya mencapai sekitar 3,2 juta jiwa. Hal ini diperparah dengan kurangnya tenaga kesehatan di Bandung Selatan. Jumlah tenaga kesehatan dan distribusinya masih jauh dari ideal. Saat ini tercatat dokter umum fungsional sekitar 74 orang dan tidak ada apoteker fungsional yang bekerja di puskesmas. Padahal setiap Puskesmas wajib memiliki dokter dan apoteker. Fakta tersebut menunjukan bahwa jumlah fasilitas dan tenaga kesehatan tidak sebanding dengan jumlah dan kebutuhan masyarakat. Padahal kondisi ini merupakan kondisi saat banjir tidak terjadi. Dapat dibayangkan apabila banjir terjadi, kebutuhan akan fasilitas dan tenaga kesehatan akan jauh meningkat, dengan kata lain jumlah ini masih tidak ideal. Jumlah fasilitas dan tenaga kesehatan yang ideal merupakan kunci dasar untuk tercapainya pelayanan kesehatan yang menyeluruh kepada masyarakat.

Fungsi fasilitas dan tenaga kesehatan dalam melakukan upaya kesehatan yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif tidak akan tercapai secara maksimal manakala jumlah dan kebutuhan fasilitas serta tenaga kesehatan tidak sebanding.  Upaya kesehatan promotif perlu dilakukan kepada masyarakat untuk menyadarkan akan pentingngya kesehatan. Hal ini meliputi edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi banjir sehingga saat banjir terjadi masyarakat telah mengetahui bagaimana cara menangani permasalahan kesehatan yang terjadi saat banjir.

Beberapa penyakit yang dilansir oleh Dinas Kesehatan dan beberapa media nasional seperti harian kompas dan liputan6.com yaitu diare, penyakit kulit, demam berdarah, leptospirosis, psoriasis dan lainnya dapat dicegah dengan upaya preventif. Upaya kesehatan preventif dilakukan kepada masyarakat agar wabah penyakit yang terjadi dapat dicegah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya preventif agar jumlah penderita penyakit tersebut berkurang saat terjadi  banjir.

Upaya kesehatan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan tepat apabila tidak melibatkan seluruh aspek terkait yaitu masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, apabila pemerintah menyarankan masyarakat untuk bersahabat dengan alam, maka pemerintah pun harus bersahabat dengan alam. Seperti yang dijelaskan diatas, bersahabat dengan alam memiliki konsekuensi yang besar terutama dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, dalam mewujudkan hal tersebut dibutuhkan peningkatan fasilitas dan tenaga kesehatan yang membutuhkan bantuan pemerintah.

By : Puji Hatmoko

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s